
kembali dirilis pada tanggal 2 April 2012. Sempat sukses menjual album perdana "Thank You Allah" pada tahun lalu hingga mencapai multiplatinum. Kini dia melanjutkan karya dengan album kedua bertajuk "Forgive Me".
Sukses album perdana Maher Zain "Thank You Allah" ditandai dengan pertunjukan konser tunggal di Istora Senayan, Jakarta pada 9 Oktober 2011, turut melibatkan musisi lokal Fadly "Padi" dan Rindra "Padi". Dan hadir pula penyanyi ternama Nasheed Irfan Makki.
Maher menuturkan, album terbaru Maher Zain 'Forgive Me' ini tidak ada perbedaan cukup mencolok soal musik dan tema lirik dengan album pertama. Dan tetap menjaga etistensinya sebagai penyanyi islami agar di album kedua ini menggalang sukses seperti album pertamanya.
Berikut daftar Album Maher Zain Forgive Me yang terdiri dari 14 lagu :
1. Ku Milikmu
2. Number One of For Me
3. Mawlaya
4. My Little Girl feat Aya Zein
5. Forgive Me
6. One Big Family
7. Assalamu Alayka
8. Paradise
9. Masha Allah
10. Radhitu Billahi
11. Rabba
12. Freedom
13. So Soon
14. Muhammad
15. Tuntunku Kepadamu.
"Alhamdullilah saya sangat lega, mengerjakan album ini dalam setahun. Banyak sekali yang ingin saya tuangkan di album ini. Di album ini tidak banyak berbeda dengan yang sebelumnya. Tapi lagunya pasti beda dan yang paling membedakan adalah kualitas produksinya, juga penampilan saya. Saya harap banyak yang suka menyukai album terbaru Maher Zain 'Forgive Me' ini" ujar Maher saat berbincang di Restauran Palalada, Grand Indonesia.
Di album terbaru Maher Zain 'Forgive Me' banyak sekai pesan-pesan bijak yang wajib untuk kita teladani. "Banyak pesan dari album ini, Forgive Me juga pada dasarnya ada banyak pesan di dalamnya. Forgive artinya maafkan, dalam bangsa manapun setiap melakukan kesalahan kita menyesal dan ingin dimaafkan. Tiap lagu ada pesannya," ungkap pria asal Tripoli ini.
Yang mau download silahkan download DISINI
Selengkapnya...
Album Maher Zein - Forgive Me
Kolom Silaturrahim dan Diskusi
Bagi teman-teman yang berkunjung ke bolog ini, bisa bersilaturrahim atau diskusi di kolom ini, karena kolom shoutmix saya sudah expired.
Jadi kita bisa bersilaturrahim kembali disini. Terimakasih
Berjanji Akan Setia, Hmmm !!!
Belum lama, sekitar beberapa minggu yang lalu. Teman saya bercerita bahwa ada seorang ikhwan yang berjanji kepadanya bahwa dia bakal setia menunggu si akhwat sampai si akhwat lulus kuliah, padahal kuliahnya masih tiga tahun lagi baru lulus. Haduh...haduh...haduh...
Mungkin teman-teman pernah mendengar hal seperti yang teman saya alami atau bahkan pernah mengalami??. Disini saya akan coba sedikit membahas tentang masalah ini.
Kita harus berhati-hati jikalau ingin mengatakan “Aku akan menunggumu”, ingat!! kalau kita mengatakan hal tersebut kita juga harus berani membuktikan apa yang kita ucapkan, sebab secara tidak langsung kita mengatakan bahwa “Aku mencitaimu” dan itu adalah sebuah keputusan besar. Dan kita ketahui bahwa janji itu adalah hutang. Saya sendiri juga heran kenapa ada orang yang berani mengatakan “Aku akan menunggumu” padahal belum tentu ia bisa menepati janjinya, janji yang pasti itu hanya janji Allah swt.
Kalau ia tiba-tiba membatalkan janjinya setelah sekian lama, tentu seorang yang sudah di janjikan akan sangat hati, kalau di janjikan benda ataupun uang mungkin kita tidak terlalu mengambil pusing, tapi disini yang di janjikan itu menyangkut sebuah perasaan (ciee... perasaan euy :D), kita tahu perasaan itu di hati, kalau hati sudah tersakiti akan sulit untuk melupakannya. Diumpakan: Ada seorang anak yang di minta ayahnya memaku pagar kayu dirumahnya. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar rumahnya. Setelah selesai lalu Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar tersebut. Dan dia menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.” Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berjanji dan janji itu tidak kau tepati, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. (cerita ini sedikit saya modifikasi)
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,
tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tetap akan tinggal.
Jadi, kalau memang sudah siap segeralah menikah, kalau belum tidak usahlah berjanji yang kita sendiri belum tentu bisa menepatinya. BERANI BERJANJI, HARUS BERANI JUGA UNTUK MENEPATINYA. Wallahu a’lam
Oleh : Ulul Azmi
Selengkapnya...
Demi Cinta
Sudah menjadi rahasia umum bila sejak dulu saya tidak bisa mengendarai motor. Entah mengapa untuk urusan yang satu ini saya enggan belajar. Berangkat ke pasar, mengisi ta’lim, menjemput atau mengantar anak pun saya lebih senang naik sepeda meskipun saya tinggal bukan di daerah datar. Bagi saya, cukuplah sepede mini dengan keranjang di depan itu yang menemani saya pergi.
Semuanya tidak menjadi masalah hingga saya mengikuti sebuah acara pelatihan keluarga sakinah. Dalam pelatihan itu, setiap pasangan diminta mengutarakan hal yang paling di inginkan dari pasangannya. Ketika tiba giliran istri saya, saya membayangkan dia menginginkan rumah yang lebih besar, atau saya lebih meluangkan waktu membantunya atau sesekali mengajaknya jalan-jalan berdua. Tapi, saya salah. Ketika ditanya, dengan agak malu-malu, dia menjawab, “Kalau boleh meminta, saya ingin sekali dibonceng Abi naik motor.”
Saya terkejut, dan untuk beberapa saat, saya tidak bisa berkata. Saya tidak mengira dia akan menginginkan itu. Tapi, demi rasa cinta saya kepadanya, saya menyembunyikan keterkejutan saya dan membalas keinginannya dengan tersenyum.
Hari demi hari belalu. Ternyata Allah berkenan memberikan tambahan rezeki bagi kami. Sebuah motor Honda keluaran tahun 70-an kini menghiasi rumah kami. Awalnya, saya bingung, harus saya apakan motor itu. Lagi pula, tidak ada yang bisa menemani saya belajar. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mencobanya sendiri. Saya pernah dikejar anjing sementara motor saya tidak bisa berlari kencang. Yang lebih mengenaskan, saat itu saya baru mampu membelokkan motor saya ke kiri, sehingga bila ada belokan ke kanan, saya terpaksa harus turun dan menuntun motor saya ke kanan.
Namun, apapun yang terjadi, saya telah bertekad untuk tidak menyerah pada kelemahan dan keterbatasan saya. Dalam benak saya, lecet-lecet di kaki akibat jatuh dari motor, dikejar anjing besar, atau pun naik turun dari motor hanya untuk belok kanan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan apa yang akan saya dapatkan di kemudian hari: melihat senyum istri yang penuh cinta ketika dia duduk dengan saya di motor.
Ya, meminjam bahasa teman saya, akhirnya cinta pun mengalahkan segalanya. Dengan ketulusan istri saya menemani hari-hari saya, menjaga anak-anak, memasak, dan sekian tugas rumah tangga lainnya, saya merasa harus member sesuatu yang special untuk dia. Bukan sebagai balas jasa, tapi sebagai ekspresi terima kasih dan cinta saya kepadanya.
Kini, mengendarai motor bukan lagi menjadi masalah bagi saya. Suatu ketika, dalam sebuah perjalanan bersama motor tua itu, istri saya berkata, “Bi, terima kasih, ya… sudah mau boncengin ummi, Ummi makin cinta deh sama Abi.”
Ah, saya jadi merasa sepuluh tahun lebih muda.
Kisah ini nyata adanya. Ini merupakan kisah Ust. Mufarrihan Lc (Ketua IKADi Banyumas, Jawa Tengah). ini saya ketik ulang dari Majalah Ummi Edisi 05 tahun 2006. Ketika mau buat pamflet untuk acara di kampus, ada majalah tersebut di atas monitor. Majalah yang sudah cukup lama ada di rak buku saya.
Sunguh kisah yang luar biasa, bagi yang belum punya pasangan hidup jagalah cinta kita untuk kelak pendamping hidup kita yang jelas-jelas nanti sudah sah, bukan cinta kepada yang jelas-jelas belum sah.
Semoga bermanfaat bagi saya dan teman-teman yang membaca. Jazakallah…
Selengkapnya...

